01 Juni 2012

Jaringan Tumbuhan


Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam, yaitu jaringan meristem (embrional) dan jaringan permanen (dewasa).

Jaringan Meristem (Embrional)

Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah dan jaringan ini relatif sangat muda, sitoplasmanya penuh, mempunyai kemampuan totipotensi yang tinggi karena kemampuan membentuk jaringan yang lain berupa jaringan dewasa.
Ciri-ciri dari jaringan meristem adalah memiliki dinding sel yang tipis, bentuk selnya isodiametris, kaya akan protoplasma, tidak mengandung makanan cadangan, dan vakuolanya kecil-kecil.

Berdasarkan asal perkembangannya, jaringan meristem dapat dibagi 3 macam:
1.      Promeristem
Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
2.      Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem primer adalah jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambah panjang. Jaringan ini cenderung menghasilkan hormon auksin sehingga membuat terjadinya pembelahan yang terus menerus kearah memanjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
3.      Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang berubah menjadi embrional kembali. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Aktivitas kambium  menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar. Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
Berdasarkan kemampuan pembentukan jaringan, kambium dibagi menjadi:
  • Kambium vaskuler (intravaskuler), yaitu kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkutan (diantara phloem dan xylem). Fungsinya ke arah luar membentuk floem sekunder dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder.
  • Kambium intervaskuler, yaitu kambium yang terdapat di antara dua berkas pengangkutan / di luar berkas pengangkutan. Fungsinya membentuk jari-jari empulur.


Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3:
1.      Meristem apikal (meristem ujung)
Adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
2.      Meristem interkalar (meristem antara)
Adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa, atau terletak di bagian pangkal tiap buku pada tumbuhan. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
3.      Meristem lateral (meristem samping)
Adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder, atau biasanya terletak di ketiak cabang. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

Ada beberapa macam jaringan meristem, antara lain :
1.      Titik tumbuh
Terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer. Terdapat dua teori yang menjelaskan pertumbuhan ini. Yang pertama adalah teori histogen dari Hanstein yang menyatakan titik tumbuh terdiri dari dermatogens yang menjadi epidermis, periblem yang menjadi korteks, dan plerom yang akan menjadi silinder pusat. Teori kedua adalah teori Tunica-Corpus dari Schmidt yang menyatakan bahwa titik tumbuh terdiri atas Tunica yang fungsinya memperluas titik tumbuh, serta Corpus yang berdifferensiasi menjadi jaringan-jaringan.
2.      Perisikel / perikambium
Merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
3.      Kambium fasikuler / kambium primer
Kambium ini terdapat di antara Xilem dan floem pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele. Kambium fasikuler kearah dalam membentuk Xilem dan ke arah luar membentuk floem, sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas kambium. Pertumbuhan oleh kambium ini disebut pertumbuhan sekunder
4.      Kambium sekunder / kambium gabus / kambium felogen
Kambium ini terdapat pada permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium gabus ke arah luar membentu sel gabus pengganti epidermis dan ke arah dalam membentuk sel feloderm hidup. Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.


Jaringan Permanen (Dewasa)

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti melakukan totipotensi, jaringan ini hanya membelah tetapi tidak melakukan defrensiasi membentuk jaringan lain.

Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh.

1.      Jaringan Dermal
  • Epidermis

Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophyta dan Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Jaringan epidermis mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya.
Fungsi jaringan epidermis antara lain :
·         Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya. Epidermis tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda, bisa kemasukan air karena osmosis
·         Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
·         Untuk penguapan air yang berlebihan. Bisa melalui evaporasi atau gutasi.
·         Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi. Terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus.

Epidermis bisa membentuk aneka ragam bentuk (derivat) menyesuaikan perannya di organ tempat keberadaan epidermis.
·         Stoma (jamak: stomata) / mulut daun, yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
·         Trichoma (jamak: trikomata), yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air.
·         Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah. Berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral dari dalam tanah agar berlangsung dengan cepat.
·         Lenti sel, berfungsinya sebagai tempat pertukaran gas O2 dan CO2.
·         Spina, dibedakan menjadi dua yaitu spina asli dan spina palsu.
·         Velamen, berfungsi sebagai alat penyimpan air.
·         Sel kipas, berfungsi sebagai penyimpan air.
·         Sel kersik, disebut juga sel silica.

2.      Jaringan Dasar
  • Parenkim

Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara xilem dan floem.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi :
·         Parenkim asimilasi (klorenkim), adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
·         Parenkim penimbun, adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
·         Parenkim air, adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
·         Parenkim udara (aerenkim), adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.

Berdasarkan letaknya, jaringan parenkim dibagi dua:
·         Mesofil, adalah parenkim yang berada di daun. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons.
·         Klorenkim, adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun.

  • Kolenkim

Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.
Kolenkim terdiri dari sel-sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh. Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada kolenkim memberi dukungan yang cukup untuk sel-sel tetangganya. Karena kolenkim jarang menghasilkan dinding sel sekunder, jaringan ini tampak sebagai sel-sel dengan penebalan dinding sel yang ekstensif. Hubungan erat antara jaringan kolenkim dan parenkim tampak pada batang dimana kedua jaringan ini terletak bersebelahan. Banyak contoh menunjukkan tidak adanya batas khusus antara kedua jaringan, karena sel-sel dengan ketebalan sedang ada antara kedua jenis jaringan yang berbeda ini.

  • Sklerenkim

Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Selain mengandung selulosa, dinding sel jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.
Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut / serat misalnya rami, dan sklereid / sel batu misalnya pada kulit kacang. Batok kelapa adalah contoh dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.

3.      Jaringan Pembuluh / Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vaskular. Disebut jaringan vascular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa pembuluh pembuluh (vasculer)
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem / pembuluh kayu dan floem / pembuluh tapis / pembuluh kulit kayu. Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut kambium.

  • Xilem

Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem tersusun oleh unsur trakeal (trakea dan trakeid), serabut xylem, dan parenkim xylem.
·         Unsur trakeal, terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang.
·         Serabut xilem, terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing.
·         Parenkim xilem, berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan kristal.

  • Floem

Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem tersusun oleh pembuluh tapis, sel pengiring, serabut floem, dan parenkim floem.
·         Buluh tapis, berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang.
·         Sel pengiring, berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat.
·         Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal.
·         Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau kristal.

4.      Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.


[Sumber: Anatomi Tumbuhan Berbiji; erickbio.wordpress.com; forum.kompas.com; gurungeblog.wordpress.com; preparatpecah.tripod.com; www.membuatblog.web.id]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar