07 Februari 2012

Jamur Protista

Kesamaaannya dengan jamur adalah memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai. Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda.

Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.      Myxomycota (Jamur Lendir)
a.       Struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi.
b.      Berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak.
c.       Tidak mempunyai dinding sel.
d.      Merupakan predator fagosit, karena jamur lendir dapat menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik.
e.       Reproduksi vegetatif dengan cara plasmodium dewasa membentuk spora dan generatif dengan cara peleburan spora kembara (myxoflagella, mempunyai 1 inti dan 2 flagel), yang akan membentuk zigot yang kemudian akan membentuk plasmodium.
f.       Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai)
g.      Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk.
h.      Contoh: Dictyostelium discoideum.
i.        Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
1)      Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)
Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium.
2)      Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)
Jamur ini berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas.
Dictyostelium discoideum

2.      Oomycota (Jamur Air)
a.       Dinding sel berupa selulosa.
b.      Mempunyai banyak inti (senositik) yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat.
c.       Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora, yang memiliki 2 flagel. Reproduksi generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.
d.      Contohnya: Saprolegnia (parasit pada telur ikan), Phytophthora infestans (parasit pada tanaman kentang), Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar), Plasmopora viticola (parasit pada buah anggur).
Saprolegnia


[Sumber: Biologi SMA dan MA untuk Kelas X Esis; materi-pelajaran.blogspot.com; diajengasnani.blogspot.com]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar