07 Februari 2012

Protista


Pengertian Protista
Istilah Protista diambil dari bahasa Yunani, yaitu protos berarti pertama/mula-mula, dan kritos berarti membuat/menyusun.
Protista merupakan organisme eukariotik, uniseluler maupun multiseluler, dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya, hidup soliter atau berkoloni. Mereka memiliki nukleus, ribosom besar, mitokondria, retikulum endoplasma, dan badan Golgi. Kebanyakan spesiesnya memiliki kloroplas.
Protistologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari Protista.

Ciri-ciri Protista
  1. Sebagian besar uniseluler, beberapa multiseluler (ganggang).
  2. Semua eukariotik (memiliki membran inti).
  3. Beberapa mendapatkan nutrisi dan energi dengan cara heterotrofik atau autotrofik.
  4. Kebanyakan bereproduksi dengan cara pembelahan biner.
  5. Kebanyakan hidup di air (meskipun beberapa hidup di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia).
  6. Ada yang menyerupai sifat-sifat jamur, tumbuhan atau hewan.

Cara Makan Protista
Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori:
  1. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contoh: Alga.
  2. Protista menelan makanan (heterotrof), dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contoh: Protozoa.
  3. Protista saprofit dan parasit (heterotrof), mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh: jamur.

Reproduksi Protista
Reproduksi protista dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Aseksual dengan cara pembelahan biner.
  2. Seksual dengan cara:
  • Isogami (penyatuan dua gamet yang dapat bergerak/motil yang sama bentuk dan ukurannya).
  • Oogami (penyatuan dua gamet yang tidak bergerak/inmotil yang berbeda ukuran dan bentuknya).
  • Anisogami (penyatuan dua gamet yang bergerak/motil yang berbeda ukuran dan bentuknya).

Klasifikasi Protista


[Sumber: Biologi SMA dan MA untuk Kelas X Esis; id.wikipedia.org; materi-pelajaran.blogspot.com; diajengasnani.blogspot.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar