01 Juni 2012

Jaringan Hewan

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan hewan dikelompokan menjadi 4 jaringan dasar, yaitu: jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf.

Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.
Epitel yang berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis (epi = tepi, dan derm = kulit) misalnya pada kulit. Sebaiknya, epitel yang menutupi bagian dalam organ tubuh disebut endodermis.

Fungsi dari jaringan epitel antara lain:
1.      Pelindung atau proteksi permukaan luar dan dalam organ. Misalnya epitel pada kulit dan rongga mulut.
2.      Sebagai kelenjar atau menghasilkan getah. Kelenjar terbagi menjadi eksokrin (melalui sebuah saluran, contoh kelenjar keringat dan kelenjar air liur) dan endokrin (tidak mempunyai saluran khusus tetapi langsung melalui saluran darah, contoh kelenjar tiroid , kelenjar hipofisis, dll).
3.      Sebagai penerima rangsang (reseptor). disebut epitel sensori (neuroepitelium), contohnya yang terletak disekitar alat indra.
4.      Sebagi jalur lalu lintas transportasi zat. Epitel dapat berfungsi sebagai penyerapan zat ke dalam tubuh, contoh epitel pada jonjot usus. Epitel juga dapat berfungsi untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh, contoh pada nefron ginjal untuk lewatnya urine.

Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi :
1.      Epitel pipih selapis
Terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, selaput bagian dalam telinga, kapsula glomerulus pada ginjal, selaput pembungkus jantung, selaput perut, alveoli, peritonium, pleura, perikardium.
Fungsinya untuk proses difusi,osmosis, filtrsai dan sekresi.
2.      Epitel pipih berlapis
Terdapat pada jaringan yang melapisi rongga mulut, epidermis, esofagus, vagina, rongga hidung, saluran anus, ujung uretra.
Fungsinya terkait dengan proteksi atau perlindungan.
3.      Epitel kubus selapis
Misalnya sel epitel yang melapisi permukaan dalam lensa mata, sel-sel berpigmen dari retina, permukaan ovary atau indung telur, saluran nefron ginjal, tubula ginjal, saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat.
Fungsinya untuk sekresi, absorbsi dan pelindung.
4.      Epitel kubus berlapis
Misalnya, epitel yang membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit, kelenjar tiroid, ovarium, zakar.
Fungsinya sebagai pelindung dari gesekan dan pengelupasan, sekresi, ekskresi dan absorbsi.
5.      Epitel silindris selapis
Misalnya jaringan yang melapisi permukaan dalam lambung, jonjot usus, kelenjar pencernaan, saluran pernapasan bagian atas, kantong empedu, saluran uterus, uterus.
Fungsinya untuk sekresi, adsorbsi dan proteksi.
6.      Epitel silindris berlapis
Terdapat pada saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu, uretra serta permukaan alat tubuh yang basah. laring, faring, langit-langit mulut.
Fungsinya sebagai pelindung dan sekresi
7.      Epitel silindris bertingkat
Terdapat pada saluran ekskresi besar, saluran reproduksi jantan, saluran pernapasan.
Fungsi berhubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi dan gerakan zat yang melewati permukaan.
8.      Epitel transisional
Merupakan epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya. Bila jaringan menggelembung, bentuknya berubah. Biasanya membrane dasarnya tidak jelas.
Fungsi: memungkinkan perubahan dalam bentuk.
Terdapat pada ereter, urethra, kantong kemih, ginjal.


Jaringan Ikat
Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain.
Jaringan ikat tersusun atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat.
1.      Matriks adalah cairan ekstra seluler dan serabut.
2.      Sel-sel jaringan ikat:
  • Fibroblas, berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks.
  • Makrophag, tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis.
  • Sel lemak, menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak.
  • Sel plasma, Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi untuk meghasilkan antibody.
  • Sel tiang (mast cell), berfungsi untuk heparin dan histamine.

Fungsi jaringan ikat antara lain sebagai berikut :
1.      Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.
2.      Membungkus organ
3.      Mengisi rongga di antar organ.
4.      Mengangkut zat oksigen dan makanan kejaringan lain.
5.      Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat pengeluaran.
6.      Menghasilkan kekebalan.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ikat dapat dikelompokkan menjadi :
1.      Jaringan ikat biasa
Jaringan ikat biasa dibedakan menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar. Jaringan ikat padat misalnya jaringan pada tendon otot. Tendon otot adalah ujung berkas otot yang melekat pada tulang. Jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan di antara organ-organ.
2.      Jaringan ikat khusus
Jaringan ikat khusus mempunyai fungsi khusus, misalnya menyimpan energi dalam bentuk lemak, menahan goncangan, dan membentuk darah. Contoh jaringan ikat khusus adalah jaringan lemak yang ada di bawah kulit.
3.      Jaringan ikat penyokong
Jaringan ikat penyokong terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang sejati. Jaringan tulang sejati juga berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah (eritrosit).
4.      Jaringan ikat penghubung (hemopoiteik)
Jaringan ikat penghubung terdiri atas darah dan limfa. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan butiran darah. Butiran darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen, karbondioksida, sari makanan, zat-zat sisa, dan hormon. Jaringan limfa terdiri dari cairan limfa yang beredar pada pembuluh limfa. Cairan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak.

Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang berperan dalam pergerakan tubuh hewan. Karena jaringan otot inilah kita bisa menari, berlari, melompat, mencerna makanan, buang air besar, memompa darah, dan sebagainya. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas.

Berdasarkan struktur penyusunnya, jaringan otot dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.      Otot lurik / Otot rangka
Dinamai otot lurik karena miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga membentuk garis-garis lurik (memiliki garis gelap dan terang berselang-seling). Bentuk sel otot lurik adalah silinder dengan nukleus yang banyak. Nukleus-nukleus ini terletak di pinggir. Sel otot lurik bersifat sadar (bekerja karena pengaruh otak / kehendak kita) dan berkontraksi cepat namun tidak tahan lelah. Sel otot lurik melekat pada rangka tubuh. Karena melekat pada rangka tubuh, sel otot lurik juga sering disebut sel otot rangka.
2.      Otot Polos
Dinamai otot polos karena memiliki miofibril yang homogen sehingga tidak mempunyai garis gelap dan terang). Bentuknya adalah gelendong dengan satu nukleus di tengahnya. Sel otot polos sifatnya tidak sadar (bekerja di luar kehendak kita) dan bekerja lambat namun tahan lelah. Sel otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, uterus, organ reproduksi wanita dan pria, organ sistem pencernaan, organ sistem pernapasan, iris mata, dan pembuluh darah. Sel otot ini juga dikenal dengan nama sel otot involunter.
3.      Otot Jantung
Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung. Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang. Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel otot lurik. Sel otot jantung sifatnya tidak sadar dan sangat tahan lelah. Keistimewaanya adalah bekerja tidak di bawah pengaruh otak namun dapat berkontraksi secara ritmis dan terus menerus. Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung

Jaringan Syaraf
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.
Jaringan saraf berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan dan manusia

Berdasarkan kerjanya, sel syaraf dibagi 3:
1.      Sel Saraf Sensorik : Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
2.      Sel Saraf Motorik : Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3.      Sel Saraf Penghubung / Konektor : Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.

Sel saraf mempunyai kemampuan Iritabilitas dan Konduktivitas.
1.      Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
2.      Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.


[Sumber: Buku Ajar Struktur Hewan; biologi.blogsome.com; biologi.blogsome.com; biologigonz.blogspot.com; www.membuatblog.web.id]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar