01 Juni 2012

Jaringan


Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi (yunani: histos = jaringan; logos = ilmu), sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Istilah histologi mulai dikenal sejak tahun 1819 oleh A.F.J.K. Meyer.

Pada umumnya jaringan tersusun dari 3 komponen dasar, yaitu:
  • Sel, merupakan komponan yang bersifat hidup dalam jaringan dan merupakan unit struktural dan fungsional yang terkecil dari organisme.
  • Substansi interseluler, bersifat tidak hidup dan sebagai hasil produksi sel. Substansi ini terdapat diantara sel-sel dalam jaringan. Bentuk fisiknya dapat dibedakan menjadi:
  1. Substansi dasar, tidak berbentuk dan dalam keadaan setengah padat.
  2. Serabut 
  • Cairan, merupakan komponen yang menonjol dalam plasma darah, cairan limfa, cairan jaringan, dan sebagainya.

Berdasarkan susunan kimianya, jaringan terdiri atas:
  • Air (65 – 70%)
  • Protein (10%)
  • Lipid (10 – 15%)
  • Karbohidrat (10%)
  • Zat anorganik (5%)

Jaringan pada organisme dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:


[Sumber: Buku Ajar Struktur Hewan; id.wikipedia.org]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar