23 Juli 2012

Sistem Musculus pada Manusia

Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.
Otot membentuk 43% berat badan; lebih dari 1/3-nya merupakan protein tubuh dan ½-nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat. Proses vital di dalam tubuh (seperti. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi karena adanya aktivitas otot.
Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
  1. Kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek.
  2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi.
  3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi)
Cara kerja otot dapat dibedakan :
  1. Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi. Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.
  2. Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi. Contoh : otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah, otot-otot dada, dan otot-otot perut.

Fungsi Sistem Musculus
  1. Alat gerak aktif.
  2. Menghasilkan gerak skeletal.
  3. Mempertahankan postur tubuh dan posisi badan.
  4. Menyimpan glikogen.
  5. Mendukung jaringan yang lunak.
  6. Menjaga lubang masuk dan keluar.
  7. Mempertahankan temperatur tubuh.

Struktur Otot
Sistem otot disusun oleh sel-sel otot (sel yang memiliki kemampuan khusus yaitu berkontraksi). Kemampuan kontraksi ini terjadi karena sel itu memiliki komponen protein aktin dan miosin.
  • Aktin
Pada korteks sel (di dalam sitoplasma tepat dibawah membran sel). Membentuk konstriksi alur pembelahan. Mikrovilli (juluran-juluran halus sitoplasma memendek, memanjang dan bergerak). BM 42.000 Dalton. Terdiri dari G-aktin (molekul bulat) dan F-aktin (filamen halus, hasil polimerisasi. Membentuk filamen halus/tipis pada otot bergaris melintang yang terdiri dari F-aktin yang berasosiasi dengan protein regulator troponin dan tropomiosin.
  • Miosin
Tersebar luas dan tidak terbatas pada sel otot. BM 470.000 Dalton. Dibangun oleh dua subfragmen: meromiosin ringan dan meromiosin berat. Mengalami polimerisasi. Membentuk filamen tebal otot bergaris melintang dan agregat multimolekuler.

Anatomi Otot
Berdasarkan lokasi, struktur otot, dan kontrol dari syaraf, otot dibagi menjadi otot lurik, otot polos dan otot jantung:

1.   Otot Lurik

Nama lain: otot skelet, otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter.
Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir.
Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan

Struktur Otot Rangka
  • Tendon
Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.
  • Fascia
Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat). Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia). Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium. Di dlm fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak. Sel otot → serat otot (endomysium) → fascicle → fasciculus (perimysium) → fascia (epimysium) → otot rangka (organ)
  • Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma
Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm). Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yg disebut miofibril.
  • Miofibril (diameter 1-2m)
Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
  • Sarkomer
sarkomer terdiri dari: filamen tebal, filamen tipis, protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis, protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis.
Pita gelap (pita/ bands A~anisotropic); pita terang (pita/bands I ~isotropic). Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A, tdd 3 bgn: garis M; zona H; dan zona overlap. Filamen tebal tdp pd pita I. Garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan.
  • Retikulum sarkoplasma
Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot. retikulum endoplasma di sel lain. Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T  saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.
  • Motor end plates
Merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.

2.   Otot Polos

Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter
Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan (p 20 m - pemb. darah, 1 nm - uterus), dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagian tengah. Aktin/miosin tersebar di tepi. Memiliki mitokondria dan aparatus Golgi.
Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, dikendalikan oleh sistem saraf otonom “involuntary”, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
Sebaran :
  1. Integumen – mengatur aliran darah pada pembuluh darah di dermis, mengatur ereksi rambut.
  2. Sistem kardovaskuler – mengontrol pembuluh darah dan tekanan darah
  3. Pencernaan – mengatur aliran material di dalam saluran pencernaan makanan, juga mengatur pengeluaran empedu dari kantung empedu
  4. Pernafasan – mengatur diameter saluran udara di bronkiolus dan alveolus
  5. urinary – mengatur aliran kapiler di dalam ginjal, mengatur aliran urin ke dalam kantung kemih dan mengatur pengeluaran urin dari kantung
  6. Reproduksi – mengatur pengeluaran sperma dan pengeluaran semen dari kelenjar2 (jantan); membantu gerakan pada saluran telur (ovum dan sperma), kontraksi otot polos pada waktu menstruasid an melahirkan
Fungsi :
  1. Mengatur diameter lumen
  2. Mengatur distribusi darah
  3. Gerakan peristaltik
  4. Menggerakkan gamet dalam saluran reproduksi
3.   Otot Jantung

Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter
Struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah
Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah


Kelainan Otot
  1. Atrofi : penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit poliomyelitis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang mengkoordinasi otot keanggota gerak bawah.
  2. Distrofi otot : penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
  3. Distrofi Otot : suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
  4. Hernis Abdominal : kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.
  5. Hipertrofi : otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hipertrofi disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut – serabut otot membesar.
  6. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff : suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
  7. Kelelahan Otot : keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
  8. Miastenia Gravis : otot yang secara berangsur – angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan karena hormone tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.
  9. Tetanus : otot yang mengalami kekejangan karena terus menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium Tetany.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar