11 Juli 2012

Sistem Skelet pada Manusia

Sistem skelet / sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. sistem ini terdiri dari tulang (rangka) dan struktur yang membangun hubungan (sendi) di antara tulang-tulang tersebut. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Fungsi Sistem Skelet
Secara umum fungsi dari sistem skeletal adalah:
  1. Sebagai rangka tubuh yang menyokong dan memberi bentuk tubuh.
  2. Melindungi organ-organ internal dari trauma mekanik.
  3. Sebagai alat gerak pasif.
  4. Tempat melekatnya otot
  5. Menyimpan dan melindungi sumsum tulang selaku sel hemopoietic (red bone marrow).
  6. Tempat pembentukan sel-sel darah (erithrosit, leukosit, dan trombosit).
  7. Tempat menyimpan mineral, seperti kalsium, fosfor, natrium dan elemen-elemen lain.
  8. Tempat menyimpan energi; simpanan lemak yang ada di sumsum kuning (yellow bone marrow).

Tulang / Rangka
Berdasarkan bentuknya dan ukurannya, tulang dapat dibagi menjadi beberapa penggolongan:
  1. Ossa longa (tulang panjang); yaitu berbentuk panjang, berongga, berisi sumsum kuning, terdiri dari bagian: epifise (ujung atas dan bawah) dan diafise (bagian tengah). Contohnya os humerus (tulang pangkal lengan).
  2. Ossa brevia (tulang pendek); yaitu berbentuk pendek tidak beraturan, berongga, berisi sumsum merah. Contohnya os hamatum (tulang pergelangan tangan).
  3. Ossa plana (tulang pipih); yaitu tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, di dalamnya terdapat sumsum merah. Contohnya os parietal (tulang atas tengkorak).
  4. Ossa irregularia (tulang tak beraturan); yaitu bentuknya tidak tentu, terdapat pada wajah dan tulang-tulang vertebra. Contohnya Os sphenoidale (tulang baji).
  5. Tulang sesamoid; yaitu tulang di dalam tendon, permukaan tulang tidak rata tetapi berbenjol-benjol di satu tempat dan di tempat lain berlubang. Contohnya tulang patella dan tulang yang terdapat di metakarpal 1-2 dan metatarsal 1.
Rangka tubuh manusia dewasa terdiri dari 206 tulang, yang dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu:
  1. Axial Skeleton (rangka poros, 80 tulang), membentuk sumbu tubuh, meliputi tengkorak, kolumna vertebra, sternum dan costa. 
  2. Appendicular Skeleton (rangka tambahan, 126 tulang), meliputi ekstremitas superior, ekstrimitas inferior, gelang bahu dan gelang panggul.
Axial Skeleton
Axial skeleton terdiri dari tengkorak, columna vertebralis, sternum dan costa.

a.  Tengkorak (22 tulang)
Tulang Kranial / Tempurung (8 tulang)
Tulang kranial berfungsi melindungi otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan. Tulang kranial meliputi:
  1. Os frontalis / Tulang dahi  (1 tulang)
  2. Os temporalis / Tulang pelipis (2 tulang)
  3. Os parietalis / Tulang ubun-ubun (2 tulang)
  4. Os occipetalis / Tulang kepala belakang (1 tulang)
  5. Os sphenoidalis / Tulang baji (1 tulang)
  6. Os ethmoidalis / Tulang tapis (1 tulang)
Tulang Wajah (14 tulang)
Tulang wajah berfungsi memberi bentuk wajah. Tulang wajah meliputi:
  1. Os mandibula / Tulang rahang bawah (1 tulang)
  2. Os maxillaris / Tulang rahang atas (2 tulang)
  3. Os nasalis / Tulang hidung (2 tulang)
  4. Os lacrimalis / Tulang air mata (2 tulang)    
  5. Os zygomaticus / Tulang pipi (2 tulang)
  6. Os palatinus / Tulang langit-langit (2 tulang) 
  7. Os vomer / Tulang mata bajak (1 tulang)
  8. Os concha nasalis inferior / Tulang karang hidung bagian bawah (2 tulang)
b.  Columna Vertebralis (26 tulang)
Terdiri dari jajaran vertebrae (26 pada orang dewasa, 33 pada bayi). Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ. Di antara tulang vertebra, terdapat cakera rawan yang bertindak meredam hentakan (daya) dan mengurangi pergeseran saat bergerak.
Kolumna vertebra meliputi:
  1. Vertebrae cervicalis / tulang leher (7 tulang) 
  2. Vertebrae thoraxalis / tulang punggung (12 tulang) 
  3. Vertebrae lumbalis / tulang pinggang (5 tulang) 
  4. Vertebrae sacrum / tulang selangkangan (1 tulang), pada bayi ada 5 tulang 
  5. Vertebrae coccygeus / tulang ekor (1 tulang), pada bayi ada 4 tulang
c.  Sternum dan Costa
Sternum
Bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan. Sternum bersendi dengan tulang selangka (clavicula) dan 7 tulang costa teratas.
Sternum (tulang dada) terdiri dari:
  1. Manubrium sterni / tulang hulu
  2. Corpus / gladiolus / tulang badan
  3. Prosessus xyphoideus / tulang taju pedang 
Costa (12 pasang tulang)
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya: melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan, melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan membantu pernapasan.
  1. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
  2. Tulang rusuk sejati / vera (7 pasang)
  3. Tulang rusuk palsu / spuria (3 pasang) 
  4. Rusuk melayang (2 pasang) 

Apendicular Skeleton
Apendicular skeleton terdiri dari ekstrimitas posterior, ekstrimitas inferior, gelang bahu dan gelang panggul.

a.  Ekstrimitas Posterior
Ada 2 di kanan dan kiri, masing-masing terdiri dari:
  1. Os humerus / tulang lengan atas (1 pasang, kanan-kiri)
  2. Os ulna / tulang hasta (1 pasang, kanan-kiri)
  3. Os radius / tulang pengumpil (1 pasang, kanan-kiri)
  4. Ossa carpalia / tulang pergelangan tangan (8 pasang, kanan-kiri)
  5. Ossa metacarpalia / tulang telapak tangan (5 pasang, kanan-kiri)
  6. Phalanges digitimanus / tulang jari-jari (14 pasang, kanan-kiri)
b.  Ekstrimitas Inferior
Terdapat disebelah kanan dan kiri yang terdiri dari:
  1. Os femur / tulang paha (1 pasang)
  2. Os patella / tempurung lutut (1 pasang)
  3. Os tibia / tulang kering (1 pasang)
  4. Os fibula / tulang betis (1 pasang)
  5. Ossa tarsalia / tulang pergelangan kaki (7 pasang)
  6. Ossa metatarsalia / tulang telapak kaki (5 pasang)
  7. Phalanges digitipedis / tulang jari-jari kaki (14 pasang)
c.  Gelang Bahu
Ada 2, kanan dan kiri, masing-masing terdiri dari:
  1. Os clavicula / tulang selangka (2 tulang)
  2. Os scapula / tulang belikat (2 tulang)
d.  Gelang Panggul
Terdiri dari 2 tulang coxae (tulang pinggul) dikanan dan kiri. Gelang panggul sangat stabil yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Panggul sendiri dibagi menjadi panggul besar (pelvis mayor) disebelah atas dan panggul kecil disebelah bawah (pelvis minor) disebelah bawah dengan garis batas sebelah belakang yaitu promontorium (sacrum bagian atas) sebelah samping garis innominata dan sebelah depan simpisis pubbis
Pada anak-anak tulang panggul (pelvis) ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu
  1. Os ileum / tulang usus (2 buah)
  2. Os pubis / tulang kemaluan (2 buah)
  3. Os ischium / tulang duduk ( 2 buah)

Sendi
Sendi adalah semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain, maupun tidak.
Berdasarkan pergerakannya, sendi dibagi menjadi :
  1. Synarthrosis: Adalah persendian yang tidak dapat digerakkan (immovable joint). Permukaan tulang hampir kontak langsung, hanya dikaitkan oleh jaringan ikat atau kartilago hialin. Terdiri dari: sutura, gomfosis, sinkhondrosis dan sinostosis.
  2. Amphiarthrosis: Pada persendian ini dapat bergerak sedikit. Tulang dihubungkan dengan serat kolagen atau kartilago. Terdiri dari: sindesmosis dan simfisis 
  3. Dyarthrosis: Disebut juga persendian sinovial, pergerakan lebih luas dibanding persendian lain. Persendian ini dikelilingi kapsul persendian fibrus dan membrana sinovial yang melapisi ruang persendian. Ruang persendian terisi cairan sinovial.


Kelainan Sistem Skelet

Kelainan pada tulang
  1. Kiposis / Kyphosis: suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok
  2. Lordosis: suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok ke belakang.
  3. Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis: suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk ke samping.
  4. Sublubrikasi: kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.
  5. Retak Tulang / Patah Tulang / Fraktura / Fracture: ratak tulang atau patah tulang yang umumnya terjadi akibat benturan, kelebihan beban, tekanan, dan lain sebagainya. 
  6. Mikrosefalus / Microcephalus: gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kecil. Kepala berukuran kecil karena pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekuranan kalsium. Bayi yang menderita mikrosefalus seringkali bisa bertahan hidup tetapi cenderung mengalami keterbelakangan mental, gangguan koordinasi otot dan kejang.
  7. Osteoporosis: gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh. Hal ini dikarenakan lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorbsi (penyerapan kembali) bahan-bahan tulang.
  8. Rakitis / Rachitis / Rakhitis: penyakit tulang yang terjadi akibat kurang vitamin D sehingga umumnya menyebabkan bentuk tulang kaki bengkok membentuk huruf O atau X.
  9. Karies: suatu penghancuran atau destruksi progresif pada struktur tulang, termasuk tengkorak, tulang iga, gigi, dan tulang lainnya.

Kelainan pada sendi
  1. Keseleo / Terkilir / Sprained: gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya keseleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.
  2. Dislokasi / Dislocation: gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari kedudukan awal.
  3. Artritis / Arthritis: radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik.
  4. Ankilosis / Ankylosis: gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar